13.38

Novel MENEBUS IMPIAN

Judul: MENEBUS IMPIAN
Pengarang: Abidah El Khalieqy
Editor: Ridho Al-Hamdi
Kategori: Sastra/Novel
Penerbit: Qalbiymedia (QMED), Yogyakarta
Harga: Rp. 48.000,-
Terbit Pertama: Maret 2010
Tersedia di TB Gramedia, TB Togamas, Stokis Se-Indonesia

Sebuah novel yang berkisah tentang perjuangan seorang perempuan dalam memilih takdirnya sendiri, hingga ia mampu meleburkan usaha bisnis dan spiritualitas dalam satu ikatan cita-cita. Melalui berbagai aral yang melintang, luka dan derita, ia terus mencoba untuk mengubah pandangan hidupnya secara merdeka, bersikap mandiri dan tidak bergantung kepada siapa pun kecuali Gusti. Namun, ia juga mesti menghadapi lesatan panah-panah asmara yang menancap di dadanya. Sampai akhirnya dapat menebus impiannya sendiri dan impian ibunya. Dan semua kisah itu diawali dengan lika-liku kerja kerasnya dalam menjalankan usaha bisnisnya. Tak ada kata “menyerah dan kalah” dalam hidupnya, hingga ia memperoleh penghargaan dari perusahaan tempat bekerja, juga dari perguruan tinggi di mana ia menyelesaikan kesarjanaannya dalam peringatan Hari Kartini.

Info pemesanan: Didi (0274) 8345048

10.40

Menjadi Pejuang, 17 Kisah Inspiratif Aktivis IPM

Judul : MENJADI AKTIVIS, 17 Kisah Inspiratif Aktivis IPM
Penulis : Para Aktivis IPM
Kata Pengantar: Ridho Al-Hamdi
Penerbit : Bidang PIP PP IPM
Cetakan 1 : Desember 2009
Harga : 25.000,-


SINOPSIS
Buku ini merupakan karya pertama kali dalam sejarah pergerakan IPM/IRM sejak kelahirannya 1961 yang berkisah tentang pasang-surut perjalanan menjadi seorang aktivis. Kisah-kisahnya langsung dialami dan ditulis oleh para aktivisnya yang sedang menjadi sang pejuang.

Gaya bahasanya sederhana, renyah, berdasarkan pengalaman, serta memiliki semangat bahwa mereka harus memiliki karya. Inilah bukti bahwa mereka telah mewujudkan semangat Gerakan Iqra, yakni gerakan gemar membaca dan aktif menulis. Buku ini layak dimiliki dan dibaca!
***

BAGAIMANA MEREKA BERKOMENTAR?
Mentradisikan menulis imaginatif oleh pelaku kepemimpinan kemudian dibukukan dan dipublikasikan ke kalangan luas adalah karya berkeadaban tinggi, malah lebih bermartabat daripada mereka yang memoles wajah kepemimpinannya dengan hipokrisi dan menyesakkan nafas itu. Selamat kepada para aktivis IPM atas kreativitasnya yang elegan dan cerdas.
Drs. M. Busyro Muqoddas, M.Hum
Ketua PP IPM Periode 1975-1979,
kini Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia

Sebuah kisah yang ditulis dengan gaya pelajar. Mengingatkan kembali saat saya masih belajar berjuang di IPM dulu. Patut dibaca oleh semua aktivis maupun alumni IPM.
Dr. Khoiruddin Bashori, Ketua Umum PP IPM Periode 1986-1989

Tulisan-tulisan di dalam buku ini membuktikan bahwa mereka telah berkarya melalui kreativitasnya yang unik. Sebenarnya masih banyak penulis-penulis dari kalangan aktivis IPM. Hanya saja mereka belum berani tampil atau karena kita belum tau saja.
Raja Juli Antoni, MA
Ketua Umum PP IRM Periode 2000-2002,
kini Direktur Eksekutif Maarif Institute Jakarta

14.20

Santri Sableng

Judul : SANTRI SABLENG
Penulis : Ridho Al-Hamdi
Kata Pengantar: Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, SU
Penerbit : Leutika Yogyakarta
Cetakan 1 : Oktober 2009
Harga : 35.000,- (Diskon 20 %)

SINOPSIS
Kita pasti ingat dengan Wiro Sableng, tokoh ndagel dan pemilik kapak geni 212. Walaupun terkesan selenge’an, tapi dia sosok yang cinta damai, pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan di muka bumi ini. Karakter tersebut tak jauh berbeda dengan Santri Sableng yang ditokohkan Ridho Al-Hamdi melalui buku ini.

Pesantren kerap dilekatkan dengan sekelompok anak muda berkopiah, bersarung, berjilbab yang membawa Al-Qur’an atau buku-buku Arab, yang fasih berbahasa Arab, dan lain sebagainya. Namun, penulis buku ini melukiskan sosok santri yang lain, yaitu santri yang melakukan kritik terhadap segala kejanggalan yang terjadi di bumi pesantren, baik dari sistem pengajarannya yang masih memasung kreativitas anak, kehidupan sehari-hari yang jorok, pelajaran akidah yang tidak “membumi” hingga santri yang suka sesama jenis alias homreng (homo bareng, hehehe). Nampaknya kita masih terlalu mensucikan pesantren sehingga “borok-borok”-nya terlupakan.

Buku ini cocok buat kalian yang doyan baca buku, pemerhati dan pengamat pendidikan, pengajar di pesantren, wali santri, para santri, dan siapa aja yang ingin melihat pesantren dari sudut yang berbeda.

***

KOMENTAR-KOMENTAR
Buku ini wajib dibaca oleh para orang tua untuk bisa lebih memahami anak-anak mereka yang sejak lulus SD sudah dikirim ke pesantren. Bagi pengelola pendidikan, khususnya pendidikan Islam, tulisan ini penting dibaca untuk menyelami dunia batin anak-anak selama mereka menjalani hidup di pesantren.
Prof. Dr. Abdul Munir Mulkan, SU., Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Melalui tokohnya yang ndagel, penulis buku ini menggambarkan dengan berani dan kreatif tentang dapur pesantren. Pengalaman yang dikemukakannya akan banyak menginspirasi banyak orang.
Nur Khalik Ridwan, Kaum Muda NU, Penulis Buku “Islam Borjuis”

Anda akan memperoleh banyak hal baru. Penulis berhasil menyibak dunia yang selama ini tersembunyi di balik kehidupan pondok pesantren. Buku ini kaya kisah-kisah unik, kocak, menggugah, dan penuh hikmah. Pembaca dapat memetik pesan tanpa bersusah payah, karena buku ini disajikan dengan bahasa yang ringan dan renyah sehingga mudah dipahami.
Miftachul Huda, Penulis buku

Buku yang tidak biasa. Menampakkan sisi lain dari santri dan pesantren. Bayangkan saja ada sub-judul ‘Takut Sodomi’ dan ‘Ada Kyai Cabul, Ada Kyai Poligami’. Sesuai judulnya, buku ini betul-betul sableng, tapi perlu dibaca.
Dr. Agus Nuryatno, Alumni Ponpes Gontor Ponorogo dan McGill University of Canada