12.48

Gerakan Mahasiswa Islam di Indonesia

Gerakan mahasiswa Islam Indonesia merupakan salah satu kekuatan klas sosial di kalangan universitas yang dihimpun oleh kalangan mahasiswa pada jenjang strata satu (S1). Sebagian dari gerakan mahasiswa ini ada yang menjadi organisasi resmi (intra) kampus seperti IMM, tetapi ada juga yang hanya menjadi organisasi tidak resmi (ekstra) kampus. Itu semua tergantung dengan kebijakan universitas masing-masing.

Berikut ini akan dipaparkan singkat tentang masing-masing gerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Lahir pada tanggal 5 Februari 1947 atas prakarsa Lafran Pane dan rekan-rekannya dari STI (Sekolah Tinggi Islam)/ UII di Yogyakarta. Beberapa tokoh HMI yang cukup ternama adalah Nurcholish Madjid, Djohan Effendi, Dawam Rahardjo, Ahmad Wahib, Amien Rais, Akbar Tandjung, Anas Urbaningrum, dll. Gerakan HMI terpecah menjadi dua kubu ketika rejim Orde baru sedang gencar-gencarnya menanamkan ideologi pancasilanya. Karena itu, bagi mereka yang mendukung pancasila sebagai dasar gerakan mereka menyebutnya ”HMI DIPO”. DIPO merupakan nama lokasi mereka di Jakarta yang artinya Jalan Diponegoro. Sedangkan bagi mereka yang menolak asas pancasila menamakan diri sebagai ”HMI MPO”. MPO: Majelis Penyelamat Organisasi. Pada era Orde Lama, HMI merupakan satu-satunya organisasi mahasiswa Islam yang cukup militan.

2. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Lahir 14 Maret 1964. Para pendirinya adalah Djazman Al-Kindi, A. Sulamo, Sudibyo Markus, Kastolani, Slamet Sukirnanto, Amien Rais, Dzulkabir (dari mahasiswa UGM), Rosyad Sholeh dan A. Muis dari IAIN Yogyakarta. Selain itu, kelahiran IMM sebenarnya merupakan respon atas fenomena akan dibubarkannya HMI oleh rezim yang berkuasa, karena pada saat itu Soekarno telah membubarkan Masyumi sebagai satu-satunya representasi kekuatan politik umat Islam. Mahasiswa-mahasiswa Muhamamdiyah yang tergabung dalam HMI merasa perlu membuat gerakan sendiri mengingat HMI akan dibubarkan. Selain itu, kampus-kampus Muhammadiyah mulai berkembang sehingga perlunya dibuat organisasi Muhammadiyah berbasi mahasiswa. Ciri gerakan IMM adalah pengembangan nalar intelektual sehingga mempunyai motto “Unggul Intelektual, Anggun dalam Moral”.

3. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Lahir pada tanggal 17 April 1960 dengan ketua pertamanya Chalid Mawardi dari mahasiswa IAIN. Kemunculan PMII merupakan respon terhadap ketidakterlibatan mereka secara aktif karena pada saat itu HMI lebih dikuasai oleh kalangan mahasiswa reformis-modernis. Selain itu, kelahiran PMII merupakan salah satu dampak dari keluarnya NU dari partai Masyumi. Bagi kalangan HMI, PMII dianggap sebagai pengkhianat atas kesepakatan umat Islam pada tahun 1949 yang mengakui bahwa hanya HMI sebagai satu-satunya gerakan mahasiswa Islam di Indonesia.

4. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI(. Adalah gerakan mahasiswa Islam yang memiliki corak perjuangan Islam yang akhir-akhir ini lebih militant di banding dengan yang lainnya. Bahan bacaan mahasiswanya pun tidak terlepas dari tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin. Pola pendidikan dan kaderisasinya juga ketat serta lebih memilih paradigma yang cenderung tekstual. Isu-isu yang diangkat pun seputar isu Islam, palestika, lawan Israel-Amerika, dll. Bagi sebagian pengamat, KAMMI merupakan organisasi yang melahirkan kader-kader dakwah dan sebagian yang lain ke jalur politik (PKS).

Yogyakarta, 18 Mei 2011

0 komentar: